Es Krim dari Tempe, Segar dan Bergizi
|
Senin, 04 Maret 2013 20:00
|
|
"Tempe" merupakan makanan yang
kaya akan serat pangan, kalsium, vitamin B dan zat besi. Bahkan berbagai
macam kandungan dalam tempe mempunyai nilai obat, seperti antibiotika, untuk
menyembuhkan infeksi dan antioksidan pencegah penyakit degeneratif. Namun,
bagaimana jika tempe diolah menjadi es krim?
Peneliti
Pusat Penelitian Kimia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Serpong,
Agustine Susilowati, telah melakukan sebuah inovasi dengan membuat es krim
yang berbahan dasar tempe. Es krim yang dinamakan Fit- es Healthy Ice Cream
itu, menginovasikan es krim sebagai produk pangan fungsional.
"Produk pangan
fungsional artinya dilihat dari sudut pandang makanan yang baik tidak hanya
dari kandungan gizinya saja, tapi juga harus ada bioaktif yang menunjang
pencegahan penyakit. Sedangkan tempe sangat kaya akan zat bioaktif, maka jika
kita komposisikan sebagai es krim cukup bermanfaat bagi yang
mengkonsumsinya," jelas Agustine dalam acara LIPI Expo 2011 di Hotel
Bidakara, Pancoran Jakarta Selatan, beberapa hari lalu.
Agustine mengatakan,
pemilihan "tempe" untuk dijadikan es krim karena tempe merupakan sumber protein
dan nabati terbaik yang dihasilkan melalui proses fermentasi kacang-kacangan
(kedelai) dan merupakan makanan yang potensial.
"Tempe" merupakan makanan
tradisional yang telah menjadi bagian keseharian kita, mudah diperoleh,
familiar dan cukup murah. Lalu masa simpannya pendek (2-3 hari), dengan
menggunakannya untuk produk pangan maka akan memperluas jangkauan pemasaran
dan menaikkan nilai ekonomiknya," jelas Agustine.
Agustine menambahkan bahwa
kelebihan "tempe" juga mampu memberikan kemudahan daya cerna kepada yang
mengkonsumsi. Lalu juga mempunyai sifat anti oksidan (isoflavon) dan bersifat
hipokolesterolemik atau menurunkan lipid darah.
"Zat anti bakterinya
juga dapat memperkecil ruang infeksi, juga mengandung vitamin B 12, B2, dan
B3, serta 8 macam asam amino esensial, lemak tidak jenuh dan serat makanan
yang tinggi, juga anti kanker," tambah Agustine.
Sedangkan alasan kenapa
memilih media es krim, bukan coklat atau permen, Agustine mengatakan es krim
merupakan suatu produk makanan yang disukai oleh semua orang dalam seluruh
tingkatan usia. Kelezatannya menjadikan makanan tersebut tidak saja berefek
pada kesehatan namun juga pada efek psikologis.
"Salah satu makanan beku
yang disebut es krim dapat dipergunakan sebagai makanan pencuci mulut,
biasanya terbuat dengan bahan baku utama susu yang dicampur dengan lemak
(nabati atau hewani), bahan pemantap/penstabil gula atau pemanis
lainnya".
"Pada umumnya protein
nabati dinilai memiliki rasa dan warna, sedangkan beberapa kelebihan lain
dibandingkan dengan protein hewani adalah dari sisi harga yang lebih murah
dan dari kesehatan resiko terhadap penyakit degenaratif lebih rendah, karena
mengandung lebih banyak asam lemak tidak jenuh," jelas Agustine.
(*/TribunNews)
|

Tidak ada komentar:
Posting Komentar