Jumat, 22 Maret 2013
Tentang As-Syifa Boarding School
01-03-13 Amanah Misi Yayasan As Syifa Al Khoeriyyah, adalah : Mengembangkan lembaga pendidikan unggulan kebanggaan ummat. Bidang Pendidikan & Pengajaran mengejewantahkan amanah misi tersebut, sebagai berikut : Visi (Vision) Membangun peradaban. Visi 2016 Menjadi lembaga mandiri, profesional & terdepan dalam mencetak ggenerasi rabbani. Misi (Mission) Membuat llingkungan lembaga sebagai sarana ttarbiiyah Islamiyah shohihah. Memberdayakan potensi peserta didik untuk mencapai kompetensi AHA (Alim, Hafidz, Amil)*. Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan dengan menyenangkan, efisien dan Islami. Membbuat kondisi yang kondusif untuk menjadi guru yang prigel, santun dan kaya. Berupaya menjadi lembaga pendidikan yang profesional, murah dan bermutu. Menempatkan diri sebagai mitra bagi keluarga, masyarakat dan pemerintah.<--more!-->
Senin, 04 Maret 2013
AGRICULTURAL TECHNOLOGIES
world agricultural technologies: Teknik pertanian merupakan pendekatan teknik (engineering) secara luas dalam bidang pertanian yang sangat dibutuhkan untuk melakukan transformasi sumberdaya alam secara efisien dan efektif untuk pemanfaatannya oleh manusia.[rujukan?] Dengan demikian dalam sistematika keilmuan, bidang teknik pertanian tetap bertumpu pada bidang ilmu teknik untuk memcahkan berbagai permasalahan di bidang pertanian. [3]. Terminologi teknik pertanian sebagai padanan Agricultural Engineering diperkenalkan di Indonesia pada paruh 1990-an.[rujukan?] Sebelumnya terminologi yang digunakan lebih sempit, yaitu mekanisasi pertanian yang diadopsi dari Agricultural Mechanization, sejak awal 1990-an bersamaan dengan pengenalan dan penggunaan traktor untuk programintensifikasi pertanian.[rujukan?]
Menurut Saya Tentang Pertanian IPB
Created by : Ahmad Razzaq
"Dari segi teknik mengenai pertanian , IPB memiliki visi mengembangkan ilmu keteknikan dan dapat diterapkan dalam eksplorasi, konversi, pemanfaatan, serta konversi energi terbarukan. Jadi teknik pertanian IPB lebih fokus dalam sektor pasca panen. Bagaimana mengolah hasil pertanian menjadi lebih berkualitas, mulai dari alat-alat pengolahan, perancangan mesin dengan aplikasi argonomika untuk peningkatan kinerja pertanian. Selain alat produksi pengolahan ilmu teknik juga mengembangkan sistem biologik untuk produksi dan pengolahan. Bidang rekayasa sistem informasi, optimasi, dan ultilisasi pun turut dikembangkan demi menunjang sistem biologik. Intinya, teknik pertanian IPB memiliki kompetensi utama yaitu mahasiswa mampu mendesain hal-ha; yang berfokus pada pasca panen." Teknologi Pengolahan Sari Buah (Jus) Salak
Teknologi Pengolahan Sari Buah (Jus) Salak
|
Kajian Produksi dan Pemanfaatan Pupuk Organik
Kajian Produksi dan Pemanfaatan Pupuk Organik
|
PRIMA TANI : Terobosan Diseminasi Inovasi Teknologi Pertanian
PRIMA TANI : Terobosan Diseminasi Inovasi Teknologi Pertanian
|
“Adanya
sinkronisasi, koordinasi, intensif, kesungguhan dan keberlanjutan membuat
pendapatan petani dan perekonomian wilayah menggeliat" |
|
|
|
Diversifikasi Pengolahan Pangan Lokal Banten
|
Diversifikasi Pengolahan Pangan Lokal Banten
|
Tanam Legowo diterapkan secara luas oleh petani
|
Komponen Utama Teknologi PTT Padi Sawah
|
Pengembangan Hijauan untuk Kampung Ternak Domba
|
Pengembangan Hijauan untuk Kampung Ternak Domba
|
|
|
|
Teknologi Pembibitan dan Pengolahan Aren Menjadi Triger Sistem Agribisnis Aren di Provinsi Banten
|
Teknologi Pembibitan dan Pengolahan Aren Menjadi Triger Sistem Agribisnis
Aren di Provinsi Banten
|
Es Krim dari Tempe, Segar dan Bergizi
Es Krim dari Tempe, Segar dan Bergizi
|
Senin, 04 Maret 2013 20:00
|
|
"Tempe" merupakan makanan yang
kaya akan serat pangan, kalsium, vitamin B dan zat besi. Bahkan berbagai
macam kandungan dalam tempe mempunyai nilai obat, seperti antibiotika, untuk
menyembuhkan infeksi dan antioksidan pencegah penyakit degeneratif. Namun,
bagaimana jika tempe diolah menjadi es krim?
Peneliti
Pusat Penelitian Kimia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Serpong,
Agustine Susilowati, telah melakukan sebuah inovasi dengan membuat es krim
yang berbahan dasar tempe. Es krim yang dinamakan Fit- es Healthy Ice Cream
itu, menginovasikan es krim sebagai produk pangan fungsional.
"Produk pangan
fungsional artinya dilihat dari sudut pandang makanan yang baik tidak hanya
dari kandungan gizinya saja, tapi juga harus ada bioaktif yang menunjang
pencegahan penyakit. Sedangkan tempe sangat kaya akan zat bioaktif, maka jika
kita komposisikan sebagai es krim cukup bermanfaat bagi yang
mengkonsumsinya," jelas Agustine dalam acara LIPI Expo 2011 di Hotel
Bidakara, Pancoran Jakarta Selatan, beberapa hari lalu.
Agustine mengatakan,
pemilihan "tempe" untuk dijadikan es krim karena tempe merupakan sumber protein
dan nabati terbaik yang dihasilkan melalui proses fermentasi kacang-kacangan
(kedelai) dan merupakan makanan yang potensial.
"Tempe" merupakan makanan
tradisional yang telah menjadi bagian keseharian kita, mudah diperoleh,
familiar dan cukup murah. Lalu masa simpannya pendek (2-3 hari), dengan
menggunakannya untuk produk pangan maka akan memperluas jangkauan pemasaran
dan menaikkan nilai ekonomiknya," jelas Agustine.
Agustine menambahkan bahwa
kelebihan "tempe" juga mampu memberikan kemudahan daya cerna kepada yang
mengkonsumsi. Lalu juga mempunyai sifat anti oksidan (isoflavon) dan bersifat
hipokolesterolemik atau menurunkan lipid darah.
"Zat anti bakterinya
juga dapat memperkecil ruang infeksi, juga mengandung vitamin B 12, B2, dan
B3, serta 8 macam asam amino esensial, lemak tidak jenuh dan serat makanan
yang tinggi, juga anti kanker," tambah Agustine.
Sedangkan alasan kenapa
memilih media es krim, bukan coklat atau permen, Agustine mengatakan es krim
merupakan suatu produk makanan yang disukai oleh semua orang dalam seluruh
tingkatan usia. Kelezatannya menjadikan makanan tersebut tidak saja berefek
pada kesehatan namun juga pada efek psikologis.
"Salah satu makanan beku
yang disebut es krim dapat dipergunakan sebagai makanan pencuci mulut,
biasanya terbuat dengan bahan baku utama susu yang dicampur dengan lemak
(nabati atau hewani), bahan pemantap/penstabil gula atau pemanis
lainnya".
"Pada umumnya protein
nabati dinilai memiliki rasa dan warna, sedangkan beberapa kelebihan lain
dibandingkan dengan protein hewani adalah dari sisi harga yang lebih murah
dan dari kesehatan resiko terhadap penyakit degenaratif lebih rendah, karena
mengandung lebih banyak asam lemak tidak jenuh," jelas Agustine.
(*/TribunNews)
|
Sabtu, 02 Maret 2013
Tahap Pendewasaan (1975-2000)
Awal kurun waktu tahap pendewasaan ini ditandai dengan dosen IPB yang kembali dari tugas belajar di luar negeri, masa bakti ke dua Prof.Dr.Ir.A.M. Satari selaku Rektor IPB, serta reboisasi lahan gundul yang kini menjadi Hutan Pendidikan Gunung Walat, Sukabumi.
Memasuki pergantian kepemimpinan Rektor IPB dari Prof.Dr.Ir.A.M. Satari ke Prof.Dr.Ir.H. Andi Hakim Nasution. Pada tahun 1978, IPB mengembangkan kerjasama tahap pertama (1979-1983) dengan University Wiscouncin di bidang peningkatan kemampuan tenaga pengajar, khususnya di bidang ilmu-ilmu lingkungan dan ilmu gizi, sehingga pada tahun 1981 lahir Fakultas Politeknik Pertanian.
Memasuki pergantian kepemimpinan Rektor IPB dari Prof.Dr.Ir.A.M. Satari ke Prof.Dr.Ir.H. Andi Hakim Nasution. Pada tahun 1978, IPB mengembangkan kerjasama tahap pertama (1979-1983) dengan University Wiscouncin di bidang peningkatan kemampuan tenaga pengajar, khususnya di bidang ilmu-ilmu lingkungan dan ilmu gizi, sehingga pada tahun 1981 lahir Fakultas Politeknik Pertanian.
Tahap Embrional (1941-1963)
Institut Pertanian Bogor
Menuju Universitas Riset Embrional 2007
Menuju Universitas Riset Embrional 2007
Pada tanggal 1 September 2003 Institut Pertanian Bogor (IPB) genap berusia 40 tahun. Sejarah perkembangan IPB dimulai dari tahapan embrional (1941-1963), tahap pelahiran dan pertumbuhan (1963-1975), tahap pendewasaan (1975-2000), tahap implementasi otonomi IPB (2000-2005) dan menuju tahap IPB berbasis Badan Hukum Milik Negara (BHMN) yang akan dimulai pada tahun 2006. Pada tahun 2007 secara embrional IPB diharapkan siap manjadi universitas riset.
First break ground us function by Ir. Soekarno
|
Campus IPB Baranangsiang, Bogor
|
Graduation in the Past
|
Tahap Pelahiran dan Pertumbuhan (1963-1975)
Tahap pelahiran dan pertumbuhan ditandai dengan berdirinya IPB pada tanggal 1 September 1963 berdasarkan keputusan Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan (PTIP) No. 92/1963 yang kemudian disyahkan oleh Presiden RI Pertama dengan Keputusan No. 279/1965. Pada saat itu, dua fakultas di Bogor yang berada dalam naungan UI berkembang menjadi 5 fakultas, yaitu Fakultas Pertanian, Fakultas Kedokteran Hewan, Fakultas Perikanan, Fakultas Peternakan dan Fakultas Kehutanan. Pada tahun 1964, lahir Fakultas Teknologi dan Mekanisasi Pertanian.
Walaupun lahirnya IPB berbarengan dengan gemuruh perkembangan politik pra G30S/PKI yang mempengaruhi kelancaran kegiatan akademik, tetapi IPB tetap mampu membuat terobosan penting; Diantaranya adalah tercetusnya gagasan atau konsep BIMAS-SSBM pada tahun 1963-1964 dalam bentuk introduksi inovasi pengelolan sarana produksi guna meningkatkan produktivitas usaha tani padi. Gagasan ini selanjutnya dialih-kelola oleh pemerintah yang pada tahun 1966-1967 diwujudkan dalam bentuk panca usaha-tani untuk menyebarluaskan padi IR-5 dan IR-6. Kegiatan ini telah menghantarkan Indonesia swasembada beras, sehingga pada tahun 1986 FAO menyematkan medali penghargaan kepada Presiden Soeharto di Roma Eropa.
Rectorate Building Campus IPB Darmaga
|
Most of us function, architecture department triangle
|
Tahap Anatomi
rof. Dr. Ir. Ahmad Ansori Mattjik, M.Sc merupakan Rektor IPB yang pertama dipilih dalam mekanisme IPB sebagai BHMN Rektor dipilih oleh MWA untuk masa bakti 2003-2007 dengan program kerja utama untuk mewujudkan academic excellent dan generating income excellent, sehingga diharapkan mampu menghantarkan IPB sebagai universitas riset yang secara embrional terwujud pada tahun 2007.
Dr. Ir. H. Herry Suhardiyanto, M.Sc. merupakan Rektor IPB yang dipilih melalui Pemilihan Raya IPB BHMN sebagai Rektor yang dipilih oleh MWA untuk masa bakti 2008-2013 dengan program kerja utama untuk Menyelaraskan Mosaik Transformasi IPB menuju Research based Entrepreneurial University Kelas Dunia dengan Kepemimpinan yang Melayani dan Terpercaya.
Dr. Ir. H. Herry Suhardiyanto, M.Sc. merupakan Rektor IPB yang dipilih melalui Pemilihan Raya IPB BHMN sebagai Rektor yang dipilih oleh MWA untuk masa bakti 2008-2013 dengan program kerja utama untuk Menyelaraskan Mosaik Transformasi IPB menuju Research based Entrepreneurial University Kelas Dunia dengan Kepemimpinan yang Melayani dan Terpercaya.
Kehidupan Kampus
Gerbang Selamat datang di bumi Kampus IPB Darmaga adalah suguhan pertama bagi mahasiswa IPB yang akan kuliah di Darmaga. Kampus ini terletak di wilayah Barat perbatasan Kota Bogor dan Kabupaten Bogor dan dikelilingi oleh 14 desa lingkar kampus yang memiliki sekitar 1300 rumah kontrakan/indekos untuk dihuni hampir 25.000 mahasiswa IPB.
Bagi mahasiswa baru IPB, soal mencari hunian tidak perlu khawatir. Karena pada tahun pertama disediakan student dormitory dengan kapasitas 3000 orang putra dan putri. Berdekatan dengan dormitory tersebut tersedia kantin, cafeteria, rumah makan, wartel, rental computer, apotik dan kios/toko untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
<!--more>
Asrama mahasiswa tidak sekedar untuk tempat tinggal, tetapi yang lebih penting adalah merupakan wahana program pembinaan akademik dan multibudaya. Program ini dimaksudkan untuk mempermudah mahasiswa beradaptasi dengan kehidupan kampus, dunia kemahasiswaan dan mengasah kemampuan soft skill, seperti dalam berkomunikasi, berorgansiasi, dan memahami kemajemukan. Untuk tujuan itu, maka Student Dormitory Tingkat Persiapan Bersama tersebut dilengkapi dengan organisasi pembinaan yang disebut Badan Pengelola Program Akademik, Multi Budaya dan Asrama TPB-IPB, yang didalamnya terdapat Kepala Asrama, Manajer Unit dan Kakak Asrama. Kakak Asrama adalah kakak kelas yang tinggal di Asrama TPB untuk membantu mahasiswa menghadapi masalah-masalah akademik dan non-akademik.
<!--more>
Asrama mahasiswa tidak sekedar untuk tempat tinggal, tetapi yang lebih penting adalah merupakan wahana program pembinaan akademik dan multibudaya. Program ini dimaksudkan untuk mempermudah mahasiswa beradaptasi dengan kehidupan kampus, dunia kemahasiswaan dan mengasah kemampuan soft skill, seperti dalam berkomunikasi, berorgansiasi, dan memahami kemajemukan. Untuk tujuan itu, maka Student Dormitory Tingkat Persiapan Bersama tersebut dilengkapi dengan organisasi pembinaan yang disebut Badan Pengelola Program Akademik, Multi Budaya dan Asrama TPB-IPB, yang didalamnya terdapat Kepala Asrama, Manajer Unit dan Kakak Asrama. Kakak Asrama adalah kakak kelas yang tinggal di Asrama TPB untuk membantu mahasiswa menghadapi masalah-masalah akademik dan non-akademik.
Organisasi IPB
Sesuai dengan PP No. 154 Tahun 2000, organisasi IPB terdiri dari majelis Wali Amanat, Senat Akademik, Dewan Audit, Rektor, Wakil Rektor, Dekan, Wakil Dekan, Ketua Lembaga, Sekretaris Lembaga, Direktur dan Kepala Sub-direktorat. Selain itu, IPB juga mempunyai direktur perpustakaan dan pimpinan unsur penunjang akademik lainnya yaitu laboratorium, bengkel, studio, pusat informasi, kebun percobaan dan unit keamanan serta bentuk lain yang dianggap perlu. IPB juga memiliki satuan usaha komersial yang pimpinannya diangkat dan diberhentikan oleh Rektor, serta bertanggungjawab kepada Rektor.
Langganan:
Postingan (Atom)
.jpg)
.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)

