Read more at http://lutfietutor.blogspot.com/2011/11/cara-membuat-css-according-slide.html#v8tbgMZc6H60wjST.99
  • Competion Logo IPB

    Dalam Rangka menyabut Dies Natalis IPB ke-50, Institut Pertanian Bogor (IPB) menyelenggarakan Lomba Logo Natalis ke-50 Tahun, Dengan ini kami memohon kepada Pegawai, Dosen, Mahasiswa turut serta dalam kegiatan lomba pembuatan logo IPB yang kami selenggarakan. lebih jelasnya kunjungi http://ipb.ac.id/ ...

  • IPB in The World

    Institut Pertanian Bogor (IPB), peringkat ke-181. Sejarah perkembangan IPB dimulai dari tahapan embrional (1941-1963), tahap pelahiran dan pertumbuhan (1963-1975), tahap pendewasaan (1975-2000), tahap implementasi otonomi IPB (2000-2005) dan menuju tahap IPB berbasis Badan Hukum Milik Negara (BHMN) yang dimulai pada 2006. Pada 2007, secara embrional IPB mencanangkan diri siap menjadi universitas riset..

  • SLIDE 3 TITLE HERE

    Perpustakaan IPB telah menyelenggarakan Pelatihan Digitalisasi pada tanggal 27 September 2012, yang diikuti oleh pegawai dari tiap departemen (39 orang) yang bertugas mengelola kenaikan pangkat dosen. Pelatihan tersebut dilanjutkan lagi pada tanggal 1 Oktober 2012 dengan peserta yang sama dan materi tentang cara mengunggah karya ilmiah ke Repository IPB. lebih lanjut kunjungi : http://lib.ipb.ac.id/index.php/in?start=6

  • IPB Blogging Day 2012

    IPB Blogging Day 2012 Menjelaskan dan menggambarkan tentang potensi pertanian tropika yang dikemas/ditampilkan dalam satu tulisan inspiratif menarik atau foto blog yang memudahkan viewer mengetahui makna dari pertanian tropika. Syarat dan Ketentuan LombaMengisi formulir pendaftaran secara online (di bawah) info lengkap nya kunjungi : http://www.bloggerbojonegoro.com/lomba-blogging-ipb-blogging-day-2012-check-this-out.html

  • About IPB

    Institut Pertanian Bogor (IPB) didirikan pada tanggal 1 September 1963 sebagai wujud pemikiran yang visioner dari pemimpin bangsa dan mereka yang peduli dengan pendidikan tinggi pertanian agar bangsa besar ini mempunyai perguruan tinggi kelas dunia yang memiliki kompetensi dalam bidang pertanian, biosains, dan berbagai bidang yang terkait. Hal ini ditujukan untuk memperkuat ketahanan pangan, bioenergi, penciptaan lapangan kerja, pengentasan kemiskinan, dan menjaga lingkungan hidup. Kompetensi IPB tidak terbatas pada aktivitas pertanian on farm semata, melainkan juga off farm yang di dalamnya tercakup agribisnis, agroindustri, agroservices, dan agrowisata.

Senin, 04 Maret 2013

PRIMA TANI : Terobosan Diseminasi Inovasi Teknologi Pertanian

PRIMA TANI : Terobosan Diseminasi Inovasi Teknologi Pertanian 


“Adanya sinkronisasi, koordinasi, intensif, kesungguhan dan keberlanjutan membuat pendapatan petani dan perekonomian wilayah menggeliat"






Senin, 04 Maret 2012 20:00

Untuk mempercepat proses penyampaian dan adopsi teknologi pertanian kepada pengguna, pada tahun 2005 diluncurkan Program Rintisan dan Akselerasi Pemasyarakatan Inovasi Teknologi Pertanian (Prima Tani). Pelaksanaan Prima Tani pada intinya adalah membangun suatu model percontohan Agribisnis Industrial Pedesaan (AIP). Model AIP diimplementasikan dengan lima pendekatan yaitu agroekosistem, agribisnis,wilayah, kelembagaan dan pemberdayaan masyarakat. Tahapan pelaksanaan Prima Tani meliputi: perencanaan, pembentukan organisasi pelaksana, sosialisasi program, pelaksanan kegiatan, monitoring dan evaluasi serta koordinasi dan pembinaan. Selanjutnya pelaksanaan kegiatan lapangan terdiri dari survei sumberdaya lahan dan air, pelaksanaan PRA dan baseline survey, penyusunan rancang bangun laboratorium agribisnis serta implementasi inovasi teknologi dan inovasi kelembagaan. Adopsi inovasi teknologi dalam Prima Tani dilakukan secara langsung dan tidak langsung yaitu melalui gelar teknologi, demplot, temu lapang, sekolah lapang, lokakarya serta penyediaan media informasi dan klinik agribisnis (juknis, majalah, liptan, lefalet, brosur, poster dll).
Di Provinsi Banten, Prima Tani pertama kali dilaksanakan pada tahun 2006, dimana sebagai lokasi laboratorium agribisnis adalah Desa Teras, Kecamatan Carenang-Kabupaten Serang dengan komoditas unggulan adalah padi sawah dan itik petelur. Pada tahun 2007 terjadi penambahan 3 lokasi baru yaitu Desa Bojongleles, Kecamatan Cibadak-Kabupaten Lebak; Desa Sukaratu, Kecamatan Pandeglang-Kabupaten Pandeglang dan Desa Gempolsari, Kecamatan Sepatan-Kabupaten Tangerang. Pelaksanaan Prima Tani pada setiap lokasi cukup berdampak terhadap kinerja inovasi teknologi dan inovasi kelembagaan, peningkatan pendapatan usahatani dan rumah tangga petani serta ekonomi pedesaan.
Pelaksanaan Prima Tani di Kab. Serang cukup berdampak terhadap kinerja inovasi teknologi dan kelembagaan, peningkatan pendapatan usahatani dan rumah tangga petani serta ekonomi pedesaan. Pada usahatani padi sawah melalui pendekatan PTT, produktivitas meningkat dari 5,20 ton/ha menjadi 5,65-7,20 ton/ha, mentimun dari 15,0 ton/ha menjadi 16,2-17,5 ton/ha, kacang panjang dari 8,2 ton/ha menjadi 9,7-10,2 ton/ha,  kacang  tanah  2,18 - 3,53  ton/ha, kedelai 1,41 - 2,28  ton/ha, kacang hijau 1,41 ton/ha dan melon 0,5-2,7 kg/tanaman. Produktivitas itik meningkat dari 125 butir/ekor/tahun menjadi 165-170 butir/ekor/tahun, sedangkan ternak domba dari 40 ekor menjadi 116 ekor.
Pendapatan rumah tangga petani meningkat dari Rp. 8.679.989 menjadi Rp. 15.430.189 (77,8 %), sedangkan dampak inovasi teknologi terhadap ekonomi pedesaan mencapai Rp. 2.126.802.500. Selain itu, produksi padi sawah meningkat sebesar 20,6 % dan nilainya 48,4 %. Selanjutnya Klinik Agribisnis sebagai elemen kelembagaan AIP sudah berfungsi sebagai pelayanan jasa konsultasi dan  diseminasi serta penyediaan berbagai media informasi tercetak (juknis, brosur, poster, leaflet, liptan dll).
Pelakanaan Prima Tani di Kab.Tangerang juga berdampak pada kinerja inovasi teknologi dan kelembagaan serta pendapatan usahatani dan rumah tangga petani. Inovasi padi sawah melalui pendekatan PTT, produktivitas yang dicapai berkisar antara 4,78-7,67 ton/ha (sebelumnya 3,96 ton/ha), sedangkan produktivitas sayuran kangkung adalah 4,94-5,48 to/ha, bayam 3,97-6,0 ton/ha dan sawi 4,99-7,10 ton/ha. Pelaksanaan Prima Tani meningkatkan pendapatan rumah tangga petani dari Rp. 18.934.853 menjadi Rp. 21.595.813 atau meningkat sebesar Rp. 2.660.960,- (14,05 %).
Inovasi teknologi yang diimplementasikan selama pelaksanaan Prima Tani di Kab. lebak : PTT padi sawah, budidaya mentimun, budidaya kangkung dan budidaya ternak domba. Pada implementasi PTT padi sawah, produktivitas padi pada lahan sawah irigasi meningkat dari 5,6 ton/ha menjadi 6,2 ton/ha, sedangkan pada lahan sawah tadah hujan dari 4,2 ton/ha menjadi 4,9 ton/ha. Selanjutnya pada budidaya mentimun, peningkatan produktivitas dari 18 ton/ha menjadi 18,3 ton/ha, sedangkan pada budidaya kangkung dipeoleh produktivitas 3 ton/ha dan benih sebanyak 21 kg. Lain halnya dengan budidaya ternak domba yang pada awalnya sebanyak 30 ekor, hanya tinggal 10 ekor. Berdasarkan hasil analisis, pelaksanaan Prima Tani di Desa Bojongleles-Kecamatan Cibadak mampu meningkatkan pendapatan rumah tangga petani dari Rp. 9.224.500 menjadi Rp. 13.632.557,- atau bertambah sebesar Rp. 4.408.057,- (47,9 %).
Kinerja dan dampak pelaksanaan Prima Tani di Kab. Pandeglang yang cukup menonjol adalah inovasi usahatani padi sawah melalui pendekatan PTT, dimana terjadi peningkatan produktivitas padi inbrida dari 5,51 ton/ha (4,92-6,12 ton/ha) menjadi 4,97 ton/ha (3,51-5,53 ton/ha), sedangkan produktivitas padi hibrida Hipa-3 hanya 4,8 ton/ha. Demplot varietas Inpari-1 diperoleh produktivitas 5,5-8,2 ton/ha (rataan 6,6 ton/ha), budidaya tomat dan cabe merah, masing-masing meningkat sebesar 7,11 % dan 57,14 %.
Berbeda  dengan  budidaya tanaman,   pada  budidaya  ternak  domba  yang pada awalnya sebanyak 30 ekor berkembang menjadi 56 ekor selama 2 tahun, namun selama pemeliharaan kematian anak dan induk cukup tinggi yaitu 31 ekor. Dalam perkembangannya, banyak program Kementerian Pertanian terintegrasi dengan Prima Tani seperti SL-PTT, PUAP dan program Pemda Provinsi/Kabupaten dan banyak bantuan dari mereka seperti bantuan teknis budidaya kacang hijau, jagung, ternak kerbau dan sapi, itik petelur, perbaikan saluran irigasi dan jalan usahatani, bantuan dana LUEP.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar